BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PELINDUNGAN TANAMAN PERKEBUNAN MEDAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Penemuan Penyakit Bercak Daun Coklat Pestalotiopsis sp. pada Tanaman Kopi asal Kabupaten Karo Prov. Sumatera Utara: Sebuah Laporan Awal

Diposting     Selasa, 25 November 2025 04:11 pm    Oleh    Admin Balai Medan



Ida R T U Siahaan, Sry E Pinem, Desianty D N Sirait dan Kristina R Turnip (POPT Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan Medan)

Penelitian tentang patogen daun kopi biasanya berfokus pada bercak daun yang sudah dikenal luas, seperti Hemileia vastatrix penyebab karat daun, bercak daun Cercospora atau Colletotrichum penyebab antraknosa. Penyakit bercak daun coklat yang disebabkan patogen Pestalotiopsis danmenyebabkan gugur daun pada tanaman karet telah banyak dilaporkan tapi masih sedikit dilaporkan bahwa patogen ini menyerang tanaman kopi. Namun secara tidak sengaja patogen Pestalotiopsis telah ditemukan dari daun tanaman kopi yang terkena bercak doklat yang awalnya diduga terserang jamur Cercospora.

Penemuan ini berawal dari kegiatan Eksplorasi APH dan patogen pada tanaman kopi di Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juli 2025 yang dilakukan oleh Tim kerja Layanan Laboratorium Pelindungan BBPPTP Medan. Eksplorasi dimulai dengan mengambil sampel daun kopi yang memiliki bercak coklat dikelilingi halo berwarna kuning dan sebagian berbercak coklat keabuan dengan pinggir bercak berwarna lebih gelap. Kedua gejala bercak ini sering ditemukan pada daun yang sama.

Gambar 1. Bercak daun dengan halo kuning (Gbr. a) dan bercak coklat keabuan  dengan pinggir berwarna coklat tua pada tanaman kopi (Gbr. b)
Gambar 2. Hasil isolasi bercak daun coklat kopi pada media PDA

Sampel daun kemudian dibawa ke laboratorium lalu diisolasi dan ditumbuhkan pada media kultur umum yaitu PDA. Konidia Pestalotiopsis memiliki beberapa tipe morfologi. Secara umum dapat dibedakan bentuk konidia, jumlah, warna septa, ada tidaknya setula pada ujung konidia. Karakteristik makro berupa tubuh buah (subepidermal piknidia disertai sorus) yang berwarna hitam yang berkembang di sekitar bercak lesi di tengah daun (umumnya ke arah pertulangan daun) berwarna coklat hingga coklat tua (Febbiyanti, dkk., 2022).

Gambar 3. Karakteristik makro morfologi Pestalotiopsis yang berwarna hitam pada media PDA (tanda panah)

Selanjutnya hasil isolasi diidentifikasi menggunakan mikroskop. Pengamatan mikroskopis menunjukkan  karakteristik genus Pestalotiopsis yang dibedakan terutama berdasarkan  bentuk konidia, ukuran konidia, jumlah septa, warna pigmen, bentuk sel basal, dan sel tengah. Konidia Pestalotiopsis berbentuk fusiform, memiliki empat septa dan warna pigmen di median sel dengan 2-4 anggota sel muncul pada bagian apical sebagai ekstensi tubular sel apikal dan sebuah anggota bagian basal yang transparan, salah satu ujung memiliki filiform appendage (tonjolan seperti benang) berjumlah 2–3 helai (Febbiyanti, dkk., 2022). Perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan spesies Pestalotiopsis yang menjadi patogen bercak daun coklat pada tanaman kopi di Kabupaten Karo. Hasil pengujian morfologi dapat dilanjutkan secara molekuler dengan uji PCR untuk mendapatkan karakterisasi Pestalotiopsis.

Gambar 4. Morfologi mikro Pestalotiopsis asal tanaman kopi Kab. Karo

Sebagai jamur endofit atau saprofit tanaman, spesies Pestalotiopsis hidup di jaringan tanaman lain seperti kulit kayu, batang, ranting, akar, daun, bunga dan buah. Sebagai jamur saprofit, Pestalotiopsis menyebabkan berbagai penyakit tanaman, seperti penyakit hawar pada daun dan ranting, nekrosis daun, bercak daun, busuk buah, penyakit bunga kering, penyakit mati pucuk, kanker dan bahkan penyakit pascapanen (Wu et.al., 2022).

Adanya penemuan terhadap bercak daun coklat pada tanaman kopi yang disebabkan oleh genus Pestalotiopsis dari Kabupaten Karo menegaskan perlunya  identifikasi dini dan monitoring berkelanjutan terhadap gejala penyakit baru di lapangan. Meskipun laporan ini masih bersifat awal namun berpotensi menjadi dasar pengembangan strategi mitigasi dalam budidaya kopi, terutama pada daerah dengan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan jamur patogen.

Referensi

Febbiyanti, T.R., R. Tistama dan Y. Sarsono. 2022. Karakterisasi Isolat Pestalotiopsis pada Karet (Hevea brasiliensis) Menggunakan Karakter Morfologi dan Molekuler. Jurnal Penelitian Karet, 2022, 40(1): 15-26.

Wu, C., Y. Wang and Y. Yang. 2022. Pestalotiopsis Diversity: Species, Dispositions, Secondary Metabolites, and Bioactivities. A review. https://www.mdpi.com/journal/molecules. Molecules 2022, 27, 8088. https://doi.org/10.3390/molecules27228088. p.1-52.


Bagikan Artikel Ini