Pelatihan Perbanyakan dan Penyebaran APH bagi Petani Kelapa Sawit di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
Diposting Kamis, 18 Desember 2025 10:12 pmTim Layanan Laboratorium Pelindungan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan
Kabupaten Langkat merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara. Data BPS tahun 2024 menunjukkan bahwa areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Langkat seluas 47,4 hektare yaitu nomor tiga terbesar di bawah Kab. Labuhan Batu Utara dan Asahan (BPS Sumut, 2025).
Salah satu penyebab utama yang dapat menurunkan produksi dan produktivitas kelapa sawit adalah adanya serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Diketahui bahwa OPT utama pada kelapa sawit di Kabupaten Langkat adalah penyakit busuk pangkal batang. Serangan penyakit ini pada Triwulan I tahun 2025 mencapai luas 7.797,10 hektare dengan serangan berat seluas 7.147,34 hektare (Sipereda, 2025). Selama ini, petani banyak mengandalkan pestisida kimia dalam mengendalikan penyakit busuk pangkal batang di kebunnya. Bila ditinjau dari sisi ekonomi, pestisida kimia relatif mahal dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap makhluk hidup serta ekosistem. Oleh karena itu diperlukan alternatif pengendalian terhadap penyakit busuk pangkal batang yang lebih aman, murah dan mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat.
Alternatif pengendalian yang dapat dimanfaatkan adalah dengan pemanfaatan Agens Pengendali Hayati (APH) dari golongan jamur seperti Trichoderma spp. yang terbukti dapat menekan patogen tular tanah seperti penyakit busuk pangkal batang. Di sisi lain, kemampuan petani dalam membuat dan memperbanyak jamur Trichoderma tersebut masih terbatas. Untuk itu pelaksanaan pelatihan bagi petani dalam memperbanyak dan menyebarkan APH menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kemandirian petani dan kekompakan kelembagaan kelompok tani sekaligus mendukung perkebunan berkelanjutan (ramah lingkungan).
Pelatihan perbanyakan dan penyebaran APH Trichoderma telah dilaksanakan bagi 30 (tiga puluh) orang petani kelapa sawit dari tiga kelompok tani yang ada di Desa Teluk Dusun Parit Kaca Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat pada bulan November 2025. Peserta pelatihan berasal dari Kelompok Tani Sugeng, Adil dan Parit Kaca yang didampingi oleh Petugas Penyuluh Lapangan Setempat (PPL) dan Petugas UPPT Kab. Langkat.
Materi pelatihan meliputi teknik perbanyakan Trichoderma pada media padat seperti jagung pecah giling kompos, dedak dan tepung jagung serta pada media cair (air kelapa dan air cucian beras). Materi difasilitasi oleh fungsional POPT BBPPTP Medan dan petugas UPPT Kabupaten Langkat.
Petani dilatih untuk membuat dan memperbanyak Trichoderma dengan bahan-bahan dan alat yang sederhana dan praktik aplikasi jamur APH tersebut di kebun kelapa sawit milik petani. Praktik lapangan dilakukan melalui aplikasi APH cair Trichoderma di sekitar perakaran kelapa sawit untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang.
Gambar 1. Petani melakukan praktik pembuatan dan perbanyakan Trichoderma pada media padat dan cair
Gambar 2. Praktik aplikasi Trichoderma cair pada tanaman kelapa sawit (gbr. kiri); Foto bersama para peserta pelatihan (gbr. kanan)
Melalui pelatihan ini diharapkan petani mampu memproduksi APH dalam media padat dan cair, ketergantungan petani terhadap pestisida kimia dapat berkurang serta meningkatnya kesehatan tanaman dan hasil kebun secara berkelanjutan.
Referensi
BPS Sumut. 2025. Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman (ribu Ha), 2024. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. https://sumut.bps.go.id/id/statistics-. Diakses 8 Desember 2025.
Sipereda OPT. 2025. Data Serangan OPT Busuk Pangkal Batang di Sumatera Utara. https://sipereda.ditjenbun.pertanian.go.id/public-serangan-opt. Diakses 8 Desember 2025.





